allah berkata dalam alquran surat al baqarah ayat 267, yang artinya
hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu, dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya. padahal kamu sendiri tidak mau mengambiilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah bahwa allah maha kaya lagi maha terpuji.
sebelumnya saya mau mengenalkan diri pada anda sekalian.
siapakah saya? saya adalah manusia.
apakah saya? saya adalah makhluk yang bukan sekedar tercipta dari tanah, melainkan di dalam diri saya terpancarkan ruh ilahi yang karenanya saya berhak menjadi khalifah di bumi ini.
musuh saya adalah hawa nafsu.
teman saya adalah hati dan diri saya sendiri.
profesi saya adalah pencari kebenaran yang tak terbantahkan.
penolong saya adalah diri saya sendiri, dan tuhan yang memegang kehidupan saya di tangan-Nya.
dalam agama-agama yang ada di dunia ini sudah banyak golongan-golongan yang berbeda pendapat. mereka menyatakan bahwa golongan merekalah yang paling benar (menurut mereka). tapi ketika ditanya "kalau saya ikut golongan anda, apakah anda dapat menjamin bahwa saya akan masuk surga?" atau " apakah golongan anda ini benar, sedangkan yang lain salah?" mereka tak bisa menjawabnya. paling kritis mereka menjawab "jika tuhan mengizinkan...." dalam bahasa arabnya "insya allah".
nah, karena perbedaan itu, orang-orang jadi bingung. bahkan tak sedikit dari mereka yang lari dari tuhan/atheis. hingga mereka berpendapat bahwa hidup hanyalah di dunia ini saja. dan kematian adalah titik akhir dari segalanya. hingga mereka tak mau saling menolong dan memberi, mereka lebih mementingkan diri mereka sendiri. mereka menganggap hasil yang mereka dapatkan adalah hasil dari kerja keras mereka sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. padahal itu salah.
kita ambil contoh dalam agama islam, padahal tuhan mereka yang sering mereka sebut allah, telah berkata dalam kitab suci mereka yakni al quran, pada surat al baqarah ayat 267.
dalam hasil yang telah kita dapatkan, di sana terdapat hak mereka yang berhak menerima bantuan. kedengarannya memang tidak masuk akal, mereka tak bekerja berhak menerima pemberian kita sedangkan kita yang sudah capek-capek bekerja memeras keringat banting tulang, malah harus memberikan sebagian kekayaan kita untuk mereka. sebenarnya semua itu tak jauh dari cara mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya. seperti yang tertera dalam surat ibrahim ayat 7.
nah di sana allah sudah mengancam jika kita kufur atas nikmatnya maka sesungguhnya azab-Nya sangat lah pedih. seperti yang dapat kita baca dalam buku-buku sejarah yang menceritakan tentang qarun yang kufur, dia tak mau mengakui bahwa kekayaan yang dimilikinya semata dari allah, tapi dia berkata bahwa itu semua karena ilmunya sendiri. maka allah memerintahkan bumi untuk menelannya beserta seluruh harta kekayaannya.
dalam memberi kita harus memberikan sesuatu yang masih layak untuk di berikan, apa lagi yang kita sukai, itu lebih baik. apa mungkin kita kan memberikan sesuatu yang di mana kita saja tak mau menerimanya? andai nasib kita di balik oleh allah, kita yang kaya jadi si miskin, dan mereka yang miskin menjadi kaya. apakah kita mau menerima pemberian mereka yang sudah tak layak untuk di berikan? tentunya kita tidak mau.
ketahuilah bahwa habis kehidupan ini masih ada kehidupan selanjutnya. dan dunia ini merupakan ladang akhirat. seharusnya kita menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan disana. dengan cara banyak bersedekah.
jika kita bersyukur, tuhan akan menambah rizki kita. pernahkan anda menonton siaran di televisi tentang bill gates yang menyumbangkan 93% kekayaannya untuk panti asuhan yang ada di dunia, dan luar biasanya, jumlah nominalnya di awali angka 9 dan di ikuti lima belas angka 0 (nol) di sebelah kanannya. sedangkan ke7 anaknya hanya mendapatkan 7%. luar biasa bukan? orang yahudi yang tak mempelajari al-quran saja mau bersedekah sampai sebegitu besarnya. dan dalam kurun waktu 3 hari setelah ia menyumbang, 93% kekayaannya tadi sudah kembali lagi ketangannya. amat luar biasa bukan?
nah di ayat tadi allah menganjurkan orang-orang yang beriman untuk menafkahkan sebagian kekayaan mereka. dan saya mau bertanya, apakah anda termasuk dari orang-orang yang beriman? apakah anda termasuk orang-orang yang mencintai kebaikan? sedekah itu baik atau buruk? jika baik, mari sama-sama menafkahkan sebagian harta kita untuk mereka yang lebih membutuhkan. semoga allah membalas apa yang telah kita perbuat. amien.