Rabu, 31 Agustus 2011

menjadi manusia universal

mengapa ya, semua orang kok pada berbeda-beda pendapat? ada yang milih ini, dan ada juga yang memilih itu, padahal, dahulu mereka satu perguruan, tetapi kenapa mereka berbeda pendapat? bahkan ada yang menggunakan kekerasan dan segala apa yang ia punya untuk memenangkan dirinya dalam berbagai perdebatan. contoh saja orang yang berselisih tentang antrian karcis. memang sih, kalau ada orang yang tiba-tiba main nyelonong aja di depan kita, kita pasti marah sama dia. coz, pasti orang-orang yang di belakang dia ada yang g kebagian. ya iya lah.


perkataanku kali ini memang agak membingungkan, coz aku juga bingung menghadapi realita kehidupan sekarang. semuanya begitu aneh. coba aku mau menanya satu peryanyaan pada kalian, tujuan hidup kalian apa sih? cari duit? tahta? wanita? dunia? ridho tuhan? atau apa?
memang, mayoritas orang menjawabnya, mencari ridho tuhan. pembaca, tuhan itu maha menghendaki kan.? jika kita mau ngotot kaya apapun, kalau tuhan enggak ridho, ya enggak ridho. mau anda harapkan sampai kiamat juga tuhan enggak bakal ridho. kenapa? karena tuhan tahu, jika Dia ridho, kita belum mampu menerima keridhoan-Nya itu.
coba, anda berdoa minta mobil mewah, terus tuhan ridho, padahal profesi anda saat itu hanyalah tukang baso, terus besoknya, anda di beri mobil mewah oleh tuhan, entah dari mana. hayo, coba, gmana anda akan merawat mobil itu? bayar pajaknya? ini itunya? memangnya anda sudah punya kemampuan untuk melakukan itu semua? belum kan? apalagi anda hanya seorang pedagang baso.
ayolah pembaca, jangan jadi orang yang picik pemikirannya, jadilah orang yang berfikiran bebas. jangan memandang tuhan dari sebelah mata saja, entar kalau tuhan memandang anda dengan sebelah mata juga, gimana coba? bingung kan? jadilah masyarakat yang cerdas, dan kalau bisa jenius. jangan jadi masyarakat yang pinter. karena kepintaran itu relatif, tapi kalau kecerdasan, itu memamang merupakan suatu anugerah yang amat berharga dari tuhan.
nah, bagaimana dan mau di bawa kemanakah hidup anda oleh diri anda? ke jalan yang di ridhoi-Nya atau kejalan yang enggak di ridhoi tapi memakai topeng keridhoan-Nya?