muchammad husain

jadilah orang yang merdeka dalam berfikir


photo q





Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Laman

  • Beranda
  • aku dan kamu
  • cerita cinta
  • di atas sajadah cinta
  • semuanya adalah milik-Nya
  • the love stories
  • photo q

Blog Archive

  • ▼  2009 (1)
    • ▼  Desember (1)
      • ▼  Des 07 (1)
        • menjadi manusia yang enggak bingung
  • ►  2011 (1)
    • ►  Agustus (1)
      • ►  Agu 31 (1)
Powered By Blogger

Pengikut

Labels

  • nasihatku (1)

Cari Blog Ini

komikfox

Baca Komik Naruto | One Piece | Bleach Indonesia

©About My History™

aku adalah seorang laki-laki dari seorang ayah yang sangat menginginkanku bisa bahasa arab dan bahasa inggris. agar nanti aku bisa membuat seluruh buku yang telah di tulisnya menjadi kitab kuning. karena bapakku adalah seorang kiyai di sebuah pesantren plus panti asuhan "kunci cahaya" di kotabumi, pasarkemis, tangerang. dia adalah seorang yang universal, tidak terlalu membeda-bedakan. apa yang baginya bisa di fahami di otaknya, dia terima, jika tidak ya dia tolak. tetapi sayang, aku malah 'menghianati' ayahku sendiri. aku di sekolahkan bukannya untuk belajar, tapi malah main-main. padahal sekarang aku masih bisa makan, minum dan bisa hidup kecukupan, ini adalah sebuah kebaikan dari ayah saya. karena di rumah saya mempunyai sebuah system kehidupan, yakni:

-umur 1-7 tahun, menjadi raja kecil. yang setiap keinginannya di usahakan agar bisa terkabulkan, yang penting jika ayah dan ibunya masih mampu.

-umur 8-14 tahun, menjadi budak, yakni menjadi orang yang siap disuruh, tanpa harus meminta imbalan kepada mereka. dan inilah saat-saat paling terberat bagi anak zaman sekarang.

-umur 15-menikah, menjadi mentri, yakni orang tua sudah tidak terlalu memanjakannya lagi dan tidak memukulnya lagi. dan jika orang tua marah, mereka cukup menasihati anaknya. dan untuk sang anak, dia tidak boleh marah jika ketika ia meminta sesuatu kepada ayahnya, dan ayahnya tidak segera mengabulkan. karena jika sang ayah mengabulkan, itu adalah merupakan sebuah kebaikan dari sang ayah.

-menikah hingga mati, menjadi sesama raja keluarga. jadi tidak ada istilah balas budi, jika sang anak memberikan sesuatu kebaikan kepada sang ayah, itu tidak boleh di sebut sebuah balas budi, tetapi itu juga merupakan sebuah kebaikan atau hadiah dari sesama raja.

jika sang pembaca mau menerapkan system ini di keluarga anda, ini akan sangat membantu masyarakat zaman sekarang menjadi masyarakat yang lebih mandiri, amien.

download gambar

download video

file-ku

Tema Perjalanan. Gambar tema oleh Josh Peterson. Diberdayakan oleh Blogger.